Jumat, 10 Mei 2013

Asesmen Kinerja




Asesmen Kinerja


Pengertian Asesmen Kinerja

Asesmen kinerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi. Penilaian dilakukan terhadap unjuk kerja, tingkah laku, atau interaksi siswa (Depdiknas, 2004).
Asesmen kinerja menuntut siswa untuk aktif karena yang dinilai bukan hanya produk tetapi yang lebih penting adalah keterampilan yang mereka punya. Asesmen kinerja dalam matematika meliputi :
ü  Presentasi tugas matematika
ü  Proyek atau investigasi
ü  Observasi
ü  Wawancara (interview)
ü  Melihat hasil (product)


Rubrik atau Pedoman Penilaian

Rubrik atau kriteria penilaian adalah suatu deskripsi tentang dimensi-dimensi untuk memutuskan kinerja siswa, suatu skala nilai untuk menilai dimensi-dimensi yang telah ditetapkan dan standar untuk memutuskan kinerja (Karim, 2003). Terdapat 2 macam rubrik yang holistik dan analitik. Rubrik holistik menggambarkan kualitas kinerja untuk tiap level sedangkan rubrik analitik memberikan nilai komponen tugas. 
Keuntungan Rubrik Holistik dan Analitik
(Bush dan Leinwand)
 
Keuntungan Rubrik Holistik antara lain :
  • Pekerjaan dinilai melalui keseluruhan kualitas
  •  Semua proses diberikan bobot yang sama
  •   Menekankan pada proses berfikir dan berkomunikasi dalam matematika
Keuntungan rubrik analitik antara lain :
  •   Menekankan pada cara yang berbeda dalam menyelesaikan tugas 
  • Beberapa proses mungkin mendapatkan penekanan atau bobot yang berbeda 
  •  Lebih mudah diterapkan 
  •  Memberikan sebagian kredit.

Tabel
1
Contoh Rubrik Holistik
Nilai
Keterangan
Kriteria Umum
3
Sangat memuaskan
Menunjukkan pemahaman konsep secara tepat dan teliti, perhitungan benar, menggunakan tabel , gambar, dan grafik  secara benar dan teliti, menggunakan strategi yang tepat , serta alasan tepat dan masuk akal.
2
Memuaskan
Menunjukkan pemahaman konsep yang tepat, perhitungan benar, menggunakan tabel, gambar dan grafik benar tetapi kurang teliti, penggunaan strategi tepat dan alasan tepat tapi kurang masuk akal.
1
Kurang memuaskan
Menunjukkan pemahaman konsep kurang tepat, perhitungan kurang tepat, penggunaan tabel, gambar, dan grafik tidak teliti, penggunaan strategi kurang tepat dan alasan kurang tepat.
0
Tidak memuaskan
Menunjukkan ketidakpahaman konsep, perhitungan tidak tepat, tidak menggunakan tabel, gambar ataupun grafik, penggunaan strategi tidak tepat dan alasan tidak tepat.

Tabel 2
Contoh Rubrik Analitik
Keterangan
Nilai dan Kriteria Umum
Pemahaman Masalah
Tidak memahami (0)
Memahami sebagian (3)
Dan dapat memahami (6)
Perencanaan Strategi
Strategi salah (0)
Sebagian strategi benar (3)
Dan semua strategi tepat (6)
Jawaban yang didapat
Jawaban salah (0)
Sebagian jawaban benar (3)
Dan semua strategi tepat (6)

Manfaat Asesmen Kinerja
(Ott, 1995)
e    Asesmen kinerja menekankan siswa untuk berlomba dengan dirinya sendiri daripada dengan siswa lain.
e    Dapat menambah pemahaman siswa tentang apa yang diketahui dan dilakukan.
e    Dapat menghilangkan kerakutan terhadap matematika karena tidak ada jawaban benar atau salah.
e    Dapat menuntun pembelajaran selanjutnya karena tidak terpisah dari pembelajaran.
e    Membuat pembelajaran lebih relevan ke kehidupan siswa dan dunia nyata.  

Manfaat asesmen kinerja untuk siswa
(Stenmark, 2000)
  • Memberikan kesempatan siswa untuk memperlihatkan kemampuan siswa baik kecepatan maupun ketepatan.
  •   Melakukan pengorganisasian dan pemikiran siswa sendiri.
  • Memahami bahwa matematika bukanlah serangkaian peraturan untuk diingat dan diikuti tetapi lebih kepada proses yang memungkinkan siswa untuk menyelesaikan masalah.
  •   Meningkatkan motivasi.
  •   Mengetahui kekuatan dan kegunaan matematika
 
Kelemahan dan Kelebihan Asesmen Kinerja

a. Kelebihan
   Pembelajaran dapat lebih efektif karena asesmen kinerja trintegrasi dalam proses pembelajaran.
  Membantu siswa untuk mengkomunikasikan ide, baik kepada teman, guru maupun kelas.
  Lebih lengkap dan valid dalam menilai kemampuan siswa.
  Mengembangkan pengetahuan dan keahlian siswa karena tidak hanya sekedar memberikan jawaban tapi juga beserta alasannya.
  Jawaban bersifat terbuka karena tidak ada jawaban benar atau salah
b. Kelemahan
       waktu yang digunakan relatif lama dan adanya kecenderungan guru bersikap subjektif sehingga dikhawatirkan penilaian kurang relevan.

Media Pembelajaran






Media Pembelajaran


Pengertian Belajar

Sebelum Mengenal media pembelajaran, sebenarnya apa yang dimaksud dengan Belajar ??? Belajar adalah Usaha sadar seseorang untuk merubah tingkah laku, melaui interaksi dengan sumber belajar 

Apa hubungan antara Belajar, Mengajar Dan Pembelajaran??

Antara Belajar, Mengajar Dan Pembelajaran memiliki hubungan yang sangat berkesinambungan
        Terjadinya proses belajar tidak selalu harus ada orang yang mengajar
         Kegiatan belajar tak dapat diwakili orang lain, harus dialami sendiri oleh si     belajar
         Mengajar merupakan upaya untuk membuat orang lain belajar
         Istilah “pembelajaran” lebih bermakna bagi si belajar daripada “pengajaran”
         Peran utama pembelajar (guru, tutor, widyaiswara)  adalah menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar pada si belajar  

         Media Belajar  merupakan bagian dari sumber belajar . Sumber Belajar adalah Menurut Asosiasi Teknologi Komunikasi Pendidikan (AECT), sumber belajar adalah semua sumber (baik berupa data, orang atau benda) yang dapat digunakan untuk memberi fasilitas (kemudahan) belajar bagi siswa.
           Bahan merupakan perangkat lunak (software) yang mengandung pesan pesan belajar, yang biasanya disajikan menggunakan peralatan tertentu. Contonya: buku teks, modul, transparansi (OHT), kaset program audio, kaset program video, pro¬gram slide, film, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya.

             Alat/ perlengkapan adalah perangkat keras (hardware) yang digunakan untuk menyajikan pesan yang tersimpan dalam bahan. Contohnya: OHP, Tape recorder, Video player, proyektor slide, proyektor film, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, dan sebagainya. Kombinasi bahan (soft-ware) dan alat (hard-ware) dinamakan media pembelajaran. Sedangkan Media pembelajaran segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan kemauan pebelajar sehingga mendorong terjadinya kegiatan belajar.

alasan penggunaan media Pembelajaran

(Peoples: 1988)
Bentuk Penyajian
Tingkat Pemahaman dan Ingatan
Verbal
1
Visual
3,5
Vebal + Visual
6

Kerucut Pengalaman Edgar Dale







Kontribusi media dalam pembelajaran
(Kemp and Dayton, 1985)


  •  Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar 
  • Pembelajaran dapat lebih menarik
  • Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar 
  • Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek 
  • Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan
  • Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan
  •  Sikap positif siswa terhadap materi dan  proses  pembelajaran dapat ditingkatkan
  • Peran guru berubahan kearah yang positif.


Peran media dalam pembelajaran


  • Membuat kongkrit konsep yang abstrak
  • Mengetengahkan bagian tertentu yang dianggap penting 
  •  Memberikan pengganti pengalaman langsung  
  • Mendekatkan obyek yang sukar atau berbahaya untuk didekati  
  • Memberikan pengalaman segi pengamatan  
  • Menyajikan perbedaan warna secara visual 
  • Menyajikan informasi yang memerlukan gerak


Tipe Gaya Belajar
  1. Tipe Auditorial:
            Belajar lebih efektif dengan cara   mendengarkan.
  1. Visual:
            Belajar lebih efektif dengan cara melihat
  1. Kinestetik:
Belajar lebih efektif jika sambil melakukan sesuatu.
(Jeannett Vos, 2001)
Klasifikasi Media
(Anderson, 1993)
No
Golongan Media
Contoh Media Instruksional
1
Audio
Kaset audio, siaran radio, CD
2
Bahan Cetak
Gambar/foto, buku, modul, grafis, dll
3
Audio Cetak
Modul cetak dg kaset,  SRP dengan bahan penyerta
4
Visual Proyeksi Diam
Film bingkai (slide), trasnparansi
5
AV Proyeksi Diam
Film Bingkai Suara
6
Visual Gerak
Film gerak tanpa suara (film bisu)
7
AV Gerak
Video, TV, VCD
8
Objek fisik
Benda nyata,  model, specimen
9
Komputer
Multimedia, e-learning

Alasan Tidak Menggunakan Media


  • Menggunakan media merepotkan
  •  Media itu barang canggih dan mahal
  • Tidak tahu media atau tidak bisa menggunakan
  • Media itu sekedar hiburan, belajar harus serius
  • Media itu pemborosan
  •   Dari dulu tidak pakai media banyak juga orang pandai.



Contoh Bentuk Media Pembelajaran
  1. Media Gambar
Media gambar dibawah ini digunakan untuk media pembelajaran
Kelas/ Semester         : 5 (lima)/ 2 (dua).
Materi                         : Peristiwa Alam



                     







          Dalam Penerapan Pembelajaran dengan menggunakan media gambar ini sesuai dengan kreativitas guru, misal guru memberikan gambar mengenai salah satu peristiwa untuk setiap kelompok, setelah itu, guru meminta siswa untuk mendiskusikan dengan teman kelompoknya mengenai peristiwa gambar yang ada di gambar aktor-faktor yang mempengaruhi, tempat dll), setelah itu salah satu siswa maju ke depan untuk mempresentasikan mengenai faktor dampk peristiwa alam sesuai gambar yang diperoleh kelompoknya dengan memperlihatkan gambar peristiwa alam yang ada.